10 macam akhlak berdo’a

27 Feb

Berdo’a merupakan salah satu bentuk ibadah, karena dalam do’a terkandung sebuah pengakuan dari seorang hamba yang lemah, makhluk yang tak berdaya dihadapan Yang Maha Kuasa. Setia do’a akan dikabulkan oleh Allah, namun agar cepat dikabulkan sebaiknya pendo’a memperhatikan adab atau tata krama dalam berdo’a, tentunya kita mau do’a kita cepat dikabulkan bukan?

1. waktu dan hari yang mulia: adapun beberapa diantaranya adalah setelah sholat fardu, waktu sahur, akhirnya malam, hari jum’at, hari Arofah, bulan Ramadhan, dll.

2. dalam posisi dan situasi yang mulia: yaitu dengan posisi sujud, saat berada di medan perang, saat turun hujan, dll.

3. menghadap kiblat karena Ka’bah adalah Baitullah. Ibaratnya, masa kita mau minta tapi muka kita entah menghadap kemana.

4. dengan suara yang sedang, tidak keras dan tidak terlalu pelan.

5. tidak disyairkan: menggunakan kalimat sederhana, tidak dibuat-buat namun menunjukkan kelemahan dan kekurangan sang pendo’a.

6. hati yang khusu’ dan sikap yang tadhorru’

7. yakin do’a kita akan dikabulkan.

8. terus menerus secara istiqomah.

9. dimulai dengan menyebut nama Allah, sholawat, dan hamdalah.

10. bertaubat.

Ada banyak faktor lain yang mempercepat do’a kita dikabulkan seperti sodaqoh ke fakir miskin dan amal jariyah. Waktu antara khutbah pertama jum’at dan khutbah kedua juga adalah waktu yang ijabah, berdo’lah diantara khutbah itu.

 

27 Feb

Hidup tiada arti tanpa cinta

Cinta membawa kita kepada Maha Kuasa

Cinta membawa kita pada ibadah

Cinta ajaran Rasulullah

 

Apalah arti tanpa mencintai

Cinta sejemari telunjuk

Tanpa cinta dunia kan pendek

Cinta menjaga silahturahmi

 

Hidup di dunia

Tak luput dari sebatas usia

Sesempurna diciptakan manusia

Diciptakan bukan tuk sia-sia

 

Kau Takkan Kumiliki

 

ada yang tak bisa kubaca dari gerak bibirmu

ada yang tak bisa kuraba dalam hangat pelukmu

tapi pandangan matamu

masih seperti yang kulihat empat tahun yang lalu

 

pandangan mata yang dulu pernah menjerumuskanku

dalam dimensi cinta tak berbatas ruang dan waktu

seperti menggapai-gapai dasar

yang tak juga tersentuh

 

dan masih kuingat betul

betapa aku tersiksa

seperti terpenjara

saat kusadari

kau takkan kumilikiMundur

 

huh..!

rasa ini menyedihkan

ku pikir hanya aku cahayamu

ternyata bintang begitu banyak bertaburan di malammu

 

ini bodoh

berharap hanya aku yang selalu warnaimu

ternyata pelangi begitu indah melintas dilangitmu

 

ini sudah gila..!

rela tumbalkan separuh jiwa

demi sekilas senyum yang tertuju bukan untukku

 

Huh..!

getar ini menyakitkan

seperti tertusuk

seperti ribuan belati merajamku

 

terlambat..

tepiskan senyummu yang menggoda jiwa

 

tak mampu..

bendung gemuruh rasa yang terlanjur membara

 

lelah..

tapaki sejengkal pesona dari keindahan sosok mayamu, bidadari..!

 

tiba saatnya akhiri semua ini

aku mundur..!

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.